Teroris......teror….terorisme….
Apa sih arti sebenarnya dari teroris?... kok akhir akhir ni kata kata teroris yang lagi booming di berbagai media. Dikit dikit teroris, teroris kok dikit dikit.. hmmm jadi bingung dan jadi bosen lama kelamaan.
Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Nah, kalo pengertian terorisme adalah seperti itu, jadi tindakan sperti perampokan itu bisa dong disebut terorisme,…. Kan tindakan nya itu terkoordinasi…”eh ntar pas ngerampok dirumah bang Miun, elu jaga di jendela lantai satu ya, trus elu jaga di pintu pager awasin kalo ada yang ngeronda… bla bla bla”, terencana mau ngerampok dimana dan kapan dan walhasil masyarakat jadi takut dan menimbulkan perasaan terror… bener gak?...hehehe…
Trus kenapa sekarang yang dijadikan obyek alias tertuduh alias tersangka terorisme adalah umat muslim??? Tanya ke… na pa??? ^_*
Ni dia ni asal mula muncul dan boomingnya kata terorisme, kata terorisme itu pertama kali di-booming-kan di Amerika gara-gara ada kejadian peristiwa World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 yang memakan 3000 korban. Serangan yang menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri (nah loh…toengg!!), sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat. Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, trus dua diantaranya ditabrakkan ke menara kembar Twin Towers World Trade Centre dan gedung Pentagon.
Berita jurnalistik seolah menampilkan gedung World Trade Center dan Pentagon sebagai korban utama penyerangan ini. Padahal ni ya, lebih dari itu, yang menjadi korban utama adalah kurang lebih 3.000 orang pria, wanita dan anak-anak terteror, terbunuh, terbakar, meninggal, dan tertimbun berton-ton reruntuhan puing akibat kejadian ini,..(kira kira kalo ini disebut sebagai sebuah pembunuhan massal yang terencana, setuju gak?.....^_*) Akibat serangan teroris itu, menurut Dana Yatim-Piatu Twin Towers, diperkirakan 1.500 anak kehilangan orang tua. Di Pentagon, Washington 189 orang tewas, termasuk para penumpang pesawat yaitu 45 orang tewas dalam pesawat keempat yang jatuh didaerah pedalaman Pennsylvania.
Ngeri ya?.... bayangkan hanya karena kepentingan segelintir orang/pihak mampu mengorbankan nyawa manusia dan yg tidak sedikit jumlahnya… jahat, keji, tidak berperi peri peri ke-human-an...
Dan parahnya, ISLAM yang dikambing hitamkan atas kejadian ini,.. hanya karena Amerika menuduh Osama Bin Laden yang merupakan pimpinan Al Qaeda (yang adalah muslim) yang telah melakukan semua itu (apakah benar seperti itu??...). Tapi imbasnya adalah secara global umat muslim dicap dengan nilai nilai negative. Jahat kan??...;)
Kejadian ini merupakan isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional.
Nah,.. sementara di negara kita tercinta ini yang menjadi tolak ukur awal awal munculnya terorisme adalah pas adanya BOM BALI dan yang sekarang istilah teroris tersebut diidentikkan dengan seorang atau sekumpulan orang atau bahkan suatu organisasi tertentu yang ingin mendirikan suatu Negara Islam yang ingin menerapkan aturan aturan selain aturan “mereka”, seperti ingin menerapkan aturan aturan islam secara kaffah juga dibilang teroris lho… waduhh…
Seperti kata ust. Felix Y Siauw, cerita teroris saat ini adalah seperti punya jenggot agak panjang, panjang juga bisa kena,..(mbek juga teroris dong), trus yang sholatnya tepat dan lima waktu apalagi yang berjamaah di masjid ato mushola,…(ponakan ku umur 5 tahun rajin sholat dan rajin ke masjid buat sholat berjamaah berarti dia teroris dong?)… trus yang namanya berbau keislaman seperti Abdullah, Syamsudin, Burhanudin (waduhh nama bapak ku Abdullah, berarti beliau teroris dong?), trus yang dirumahnya banyak gambar gambar islam, seperti gambar ka’bah dsb… trus yang punya dan mempelajari buku buku atau kitab tentang agama islam seperti kitab Riyadhus Shalihin (gak masuk akal banget, padahal kitab ni seharusnya wajib dipelajari bagi tiap umat muslim… kok kalo punya buku itu dibilang teroris… aneh gak?...)
Sampai-sampai di negeri kita tercinta ini para pemerintah mendirikan suatu badan untuk menanggulangi terorisme tersebut yaitu BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang dikepalai diketuai yang dipimpin oleh Mr. Ansyad Mbai. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT), adalah sebuah lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme. BNPT dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada presiden melalui koordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. BNPT dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010. Sebelumnya cikal bakal lembaga ini adalah Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme. BNPT seakan memiliki banyak sekali tugas untuk memberantas terorisme dengan menelurkan berbagai program. Salah dua dari program mereka adalah Proyek Deradikalisasi dan Sertifikasi Ulama.
Akan tetapi berhasilkah program mereka?....
proyek deradikalisasi BNPT dianggap upaya sistematis pendangkalan Akidah Islam, memecah belah umat dan mengamputasi gerakan Islam dan gerakan deradikalisasi dipandang sebagai bentuk alat penjajahan baru kaum kuffar terhadap Islam.
Dua Cacat Utama Proyek Deradikalisasi :
Pertama, Cacat Paradigmatik : Ketika BNPT mendedah akar (hulu) dari terorisme telah menempatkan ideologi radikal (kelompok radikal Islamis) sebagai penyebab utama (akar) suburnya tindakan dan fenomena terorisme. Ini cara pandang yang over simplikasi, terlalu menyederhanakan masalah. Seolah-olah memang benar adanya, bahwa ideologi radikal (atau kelompok Islamis) adalah embrio terorisme di negeri ini. Padahal jika kita mau jujur dan obyektif ada faktor-faktor lain yang actual dan bahkan kita menemukan benang merahnya (relasi positif) dengan fenomena “terorisme”. Faktor kemiskinan (ekonomi), keterbelakangan (pendidikan), marginalisasi, sikap rezim demokrasi yang represif dan abai dengan urusan rakyat, globalisasi, ketidakadilan dan yang terakhir faktor imperialisme dan dominasi negara Amerika Serikat cs adalah hal aktual yang menjadi stimulus lahirnya fenomena “terorisme” baik dalam skala global maupun domestik (lokal). Di samping itu juga ada faktor yang tidak boleh diabaikan begitu saja yakni adanya peran dan operasi intelijan lokal maupun asing menjadi produsen dari fenomena terorisme lokal.
Kedua, tahrif (penyimpangan) dan tadzlil (penyesatan) pada konsep turunan. Dalam berbagai forum yang digelar, BNPT berusaha menawarkan tafsiran-tafsiran baru terhadap teks-teks samawi. Karena selama ini pemahaman yang dianggap radikal terhadap teks-teks (nash) menjadi sumber lahirnya terorisme. Karena itu BNPT dalam perang pemikiran dan opini berusaha “mengkonstruksi” ulang beberapa pengertian terhadap terminologi-terminologi tertentu. Misalkan BNPT selalu menampilkan “ijtihad-ijtihad” baru terhadap istilah:
1. Jihad/istishad/ightiyalat dan intihar
2. Klaim kebenaran,
3. Amar ma’ruf nahyi munkar,
4. Hijrah,
5. Thagut,
6. Muslim dan kafir,
7. Ummatan washat,
8. Doktrin konspirasi,
9. Tasamuh,
10. Daulah Islam dan Khilafah.
Misalkan masalah “jihad”; BNPT berusaha menampilkan tafsiran yang menyempitkan makna jihad. Dan berusaha mengaborsi dengan argumentasi yang “lacut” bahwa jihad tidak lagi harus dimaknai sebagai “al Qital”. Maka hakikatnya ini bukanlah “ijtihad” melainkan dekonstruksi terminologi yang telah baku ditentukan oleh syariat. Tampak sekali, jihad menjadi momok dan seolah menjadi perkara yang harus diaborsi pada diri umat Islam. Demikian juga pada istilah lainya, bahkan cenderung melakukan monsterisasi dan mengkriminalisasi istilah-istilah daulah Islam dan Khilafah. Dibangun persepsi seolah menjadi suatu istilah secara politik perkara yang tidak menguntungkan bagi umat dan kalau perlu harus dibuang jauh-jauh dari benak umat Islam.
Maka lebih tepat mengatakan ini adalah bentuk tahrif (penyimpangan) dan tadzlil (penyesatan) terhadap publik khususnya umat Islam. (by : Harits Abu Ulya-Direktur CIIA) Sedangkan program Sertifikasi Ulama, BNPT menilai bahwa para ulama diseluruh Indonesia wajib dan harus mengikuti aturan aturan yang nantinya akan dibuat dalam melakukan aktivitas dakwah, jadi seperti Bagi siapapun yang tidak mempunyai sertifikat (tauliah), meski secara keilmuan dan kualifikasi keulamakannya diakui, tetap tidak bisa memberikan ceramah di muka umum. Mereka tidak bisa memberikan khutbah, ceramah maupun kajian, baik di masjid maupun di tempat terbuka. Tidak hanya itu, naskah khutbahnya pun mereka dikte, dimana setiap Jum’at, mereka hanya diperbolehkan membaca naskah khutbah yang disediakan. ika mereka melanggar, mereka akan dicabut tauliah-nya, dan bisa dijerat dengan UU ISA. Di setiap masjid, dan tempat-tempat umat Islam berkumpul, ada intel ygang ditempatkan. Tidak hanya itu, CCTV pun di pasang di mana-mana, termasuk di dalam masjid, untuk mengintai gerak-gerik umat Islam di sana, dan memonitor isi khutbah atau kajian yang disampaikan.
Ironis banget ya… karena itu para ulama diseluruh Indonesia dengan tegas menolak program tersebut. Sampai segitu ya ketakutan mereka untuk menghadapi terorisme….ckckck
Dan lucunya saat ini, di media lagi gencar-gencarnya berita tentang penangkapan teroris seperti yang terjadi di kota Solo kemarin, bahkan malah ada yang keliru tangkap…duhh piye sehh.. dan sepertinya itu tidak terjadi sekali saja lho… hmmm
Dan anehnya kenapa ISLAM dan MUSLIM yang dijadikan terdakwa?? Yang dijadikan tersangka??,… kalo dipikir pikir apakah pembantaian rakyat Suriah oleh Bashar Assad bukanlah tindak terorisme?, apakah pembunuhan rakyat palestina oleh Israel bukanlah terorisme?....siapakah yang meneror warga Irak dan Afganistan dengan perang???.... apakah tindakan OPM (Organisasi Papua Merdeka) bukanlah terorisme? Muslimkah mereka????... hayoo…
Atau jangan jangan ini cuma akal-akalan saja untuk mengalihkan isu dunia dimana Daulah Khilafah akan segera tegak berdiri. Mereka hanya ingin membuat umat Islam diseluruh dunia ini terpuruk dengan adanya berbagai isu yang beredar tentang ISLAM dan MUSLIM. Mereka takut cahaya ISLAM akan segera bersinar dalam waktu dekat sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk memadamkannya??? What dou you think?... who’s right?? And who’s wrong??? WHO’S THE REAL TERORIST????
Tapi satu hal yang pasti bahwa Khilafah akan segera tegak berdiri karena itu adalah Janji Allah SWT dan Bisyarah Rasulullah SAW. Mau tidak mau, terima atau tidak terima, rela atau tidak rela.
ISLAM WILL DOMINATE THE WORLD and it’s true.

0 komentar: